*iket rambut* *pakai kacamata*

“Dengarkan penjelasanku dulu Falina!” Markel memasang raut memohon. Dilihatnya Falina yang sedang melipat tangan di ambang teras rumah. Mem...

“Mengapa engkau terus menangis?” Diana melepaskan kedua tangannya yang menutupi hampir seluruh wajahnya. Mengadahkan kepalanya sedikit. ...

Fauzia masih terus menunduk. Menelungkupkan lututnya dan memeluknya erat-erat. Ketika kesedihan paling larut menimpa, biasanya ia akan memel...

Dairy masih terus berlari. Terusan gaun putih berhias mutiara-mutiara peraknya seakan menyapu jalan mengikuti gerak langkah kedua kakiny...