August 07, 2013
August 07, 2013
(Book) Melbourne; Rewind *spoiler alerts*
August 07, 2013"The song tells the story of your life. There's always a personal history attached to it. Itulah yang menarik dari musik. Setiap o...
"The song tells the story of your life. There's always a personal history attached to it. Itulah yang menarik dari musik. Setiap orang memiliki soundtrack kehidupannya sendiri. Just like how this one particular song reminds me of a person I used to know"
February 13, 2013
(Movie) Hansel & Gretel; Witch Hunters
February 13, 2013Gue baru aja pulang abis nonton Hansel & Gretel versi udah gede.
Gue baru aja pulang abis nonton Hansel & Gretel versi udah gede.
March 30, 2012
(Movie) The Hunger Games
March 30, 2012Gue baru nonton The Hunger Games dan kereeeen banget, Secara si Liam Hemsworth makin ganteng!
Gue baru nonton The Hunger Games dan kereeeen banget, Secara si Liam Hemsworth makin ganteng!
February 03, 2012
(Book) Remember When by Winna Effendi
February 03, 2012Apa pun yang kau katakan, bagaimanapun kau menolaknya, cinta akan tetap berada disana, menunggumu mengakui keberadaannya. Bagi kita, senja...
Apa pun yang kau katakan, bagaimanapun kau menolaknya, cinta akan tetap berada disana, menunggumu mengakui keberadaannya.
Bagi kita, senja selalu sempurna; bukankah sia-sia jika menggenapkan warnanya? Seperti kisahmu, kau dan dia, juga kisahku, aku dan lelakiku. Tak ada bagian yang perlu kita ubah. Tak ada sela yang harus kita isi. Bukankah takdir kita sudah jelas?
Lalu, saat kau berkata, “Aku mencintaimu”, aku merasa senja tak lagi membawa cerita bahagia. Mungkinkah kata-katamu itu ambigu? Atau, aku saja yang menganggapnya terlalu saru?
“Aku mencintaimu”, katamu. Mengertikah kau apa artinya? Mengertikah kau kalau kita tak pernah bisa berada dalam cerita yang sama, dengan senja yang sewarna?
Takdir kita sudah jelas. Kau, aku, tahu itu.
Bagi kita, senja selalu sempurna; bukankah sia-sia jika menggenapkan warnanya? Seperti kisahmu, kau dan dia, juga kisahku, aku dan lelakiku. Tak ada bagian yang perlu kita ubah. Tak ada sela yang harus kita isi. Bukankah takdir kita sudah jelas?
Lalu, saat kau berkata, “Aku mencintaimu”, aku merasa senja tak lagi membawa cerita bahagia. Mungkinkah kata-katamu itu ambigu? Atau, aku saja yang menganggapnya terlalu saru?
“Aku mencintaimu”, katamu. Mengertikah kau apa artinya? Mengertikah kau kalau kita tak pernah bisa berada dalam cerita yang sama, dengan senja yang sewarna?
Takdir kita sudah jelas. Kau, aku, tahu itu.
