Kenapa Mesti Tanggung Jawab?

“ I’m sorry ”, is a statement. “ I won’t do it again ” is a promise. “ How do I make it up to you ?” is a responsibility . ...



I’m sorry”, is a statement.
I won’t do it again” is a promise.
How do I make it up to you?” is a responsibility.

See the differences? 
Dulu ketika gue buat kesalahan, sering banget malah jadi gue yang badmood atau justru ketakutan sampai nggak berani muncul dimana-mana. Karena bingung dan stress seakan-akan ya.. die aja lah gue. Dan akhirnya menyebabkan beberapa kali keteteran karena seringkali melepas kesalahan begitu saja dengan minta maaf. But then I realized it would backfire on me. Sorry too many times mean you never learn from mistakes though. Sejak saat itu gue mikir, seseorang tanpa tanggung jawab, kehidupannya jadi nggak bener, bahkan bisa hancur. Bukan cuma buat dirinya sendiri, tapi juga merugikan orang lain. Look. Salah seorang liaison officer ditemukan asyik nonton perform band kesukaannya padahal semua orang cari dia kemana-kemana. Artis yang jadi tanggung jawabnya ditinggalin gitu aja. Seseorang yang dititipkan barang dan sudah menyetujui dan berjanji akan menjaganya, malah ngoper ke orang lain dan ketika pemilik kembali, entah dimana barang itu ada. Salah seorang tim marcomm yang nggak bawa bahan presentasi saat ketemu klien penting. Ngilang ketika masih punya tanggung jawab beresin sesuatu. Atau kamu, yang chat non stop berbulan-bulan, terus ninggalin gitu aja pas lagi sayang sayangnya? Nggak ada tanggung jawabnya. #Halah. Atau contoh lain, izin alasan ada kelas tiap meeting kepanitiaan. Atau tugas kelompok yang keteteran dengan alasan kerja part time. Padahal mah yang part time bukan dia doang. 
There has to be a level of personal responsibility at some point. Yang pertama, karena ini berhubungan dengan orang lain. Yang kedua, karena ini adalah resiko yang seharusnya siap diterima. Banyak orang yang bawa-bawa “prioritas” sebagai alasan, gue dulu juga gitu. Defensif. Padahal kalau dilihat lagi mah memang time managementnya aja yang berantakan. Tapi ya kira-kira begitu. Tanggung jawab sepenting itu. Dengan kita memenuhi kewajiban dan tanggung jawab, maka kita juga pasti akan dapet hak kita seutuhnya. Appreciate, trust, dan value-value lainnya akan datang ke diri kita.
Jadi, makna dari sebuah tanggung jawab menurut gue adalah siap menerima dan siap menjalankan. Bukannya menghambat yang lain dengan nunda-nunda pake alasan acara keluarga, keluar kota, ada urusan and those random things yang anehnya selalu bersamaan mengikuti jadwal meeting, waktu deadline, atau tugas kelompok. Bertanggung jawab adalah siap menerima resiko, sadar akan kesalahan dan nggak nyalahin orang lain, serta tentunya makin berusaha memperbaiki diri. 

me also working on it now..

You Might Also Like

0 comments